Sejarah Asal Usul Nama Lombok – Legenda Suku Sasak

29 Dec
pulau lombok
Pulau Lombok luasnya sepertiga dari luas Pulau Sumbawa. Namun, penduduk Nusa Tenggara Barat yang berjumlah lebih dari tiga juta, dua pertiganya tinggal di Pulau Lombok. Hal ini terjadi karena Pulau Lombok lebih subur dari Pulau Sumbawa. Penduduk Pulau Lombok adalah orang Sasak. Mereka sebagian besar memeluk agama Islam.
Lombok dan Sasak adalah dua nama yang tidak bisa dipisahkan. Nama Lombok untuk sebutan pulaunya, nama Sasak untuk sebutan suku bangsanya. Lombok berasal dari bahasa Sasak; “lombo,” artinya “lurus”. Sasak sebenarnya berasal dari “sak-sak” yang artinya “perahu bercadik”.  Namun, banyak orang yang salah mengerti. Lombok diartikan “cabe” sehingga ada yang mengartikan pulau Lombok sebagai “pulau pedas”. Padahal cabe dalam bahasa Sasak adalah “sebia” (dibaca “sebie”)
Cerita di bawah ini akan menjelaskan asal usul mengapa disebut Lombok dan Sasak. Nama Lombok dalam berbagai cerita lisan maupun tertulis dalam takepan lontar adalah salah satu nama dari Pulau Lombok. Nama lain yangsering disebut adalah pulau “Meneng” yang berarti “sepi”. Ada yang menyebut “Gumi Sasak”, ada yang menyebut “Gumi (bumi) Selaparang”, sesuai dengan nama salah satu kerajaan yang terkenal di Lombok pada zaman dulu, yaitu kerajaan Selaparang. Pulau Lombok sejak zaman kerajaan Majapahit sudah terkenal. Hal ini terbukti dengan disebutnya dalam buku Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca. Negarakertagama ditemukan juga di Lombok.
Legenda masyarakat Sasak menceritakan bahwa pada zaman dahulu kala, kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Pramudawardhani yang kawin dengan Rakai Pikatan. Konon sang Permaisuri adalah seorang ahli pemerintahan, sedangkan sang suami ahli peperangan. Kekuasaannya ke barat sampai ke Pulau Sumatra, ke timur sampai ke Pulau Flores. Ketika itulah banyak rakyat Mataram pergi berlayar ke arah timur melalui Laut Jawa menggunakan perahu bercadik. Tujuan mereka berlayar tidak diketahui secara pasti. Apakah untuk memperluas kekuasaan atau menghindari kerja berat, karena pada saat itu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Kalasan sedang dibangun oleh sang raja.
Demikianlah mereka berlayar lurus ke timur dan mendarat di sebuah pelabuhan. Pelabuhan itu diberi nama Lomboq (lurus), untuk mengenang perjalanan panjang. Mereka lurus ke timur tersebut. Selanjutnya, Lomboq kini tidak hanya menjadi nama pelabuhan tempat perahu itu mendarat, tetapi juga menjadi nama pulau Lomboq yang kemudian berubah menjadi Lombok. Mereka berlayar menggunakan perahu bercadik yang disebut “sak-sak”, dan jadilah mereka dinamakan orang Sak-Sak Yang berarti orang yang datang menggunakan perahu. Kemudian, mereka membaur dengan penduduk asli. Pada waktu itu, di Pulau Lombok telah ada kerajaan yang disebut kerajaan Kedarao (mungkin sekarang Sembalun dan Sambelia).
Mereka kemudian mendirikan kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang. Kerajaan Lombok menjadi besar, berkembang dalam lima abad, hingga dikenal di seluruh Nusantara, sebagai pelabuhan yang dikunjungi oleh para pedagang dari Tuban, Gresik, Makasar, Banjarmasin, Ternate, Tidore, bahkan Malaka. Jika datang ke Lombok, orang Malaka membeli beras, tarum, dan kayu sepang. Kerajaan Lombok kemudian dikalahkan oleh kerajaan Majapahit. Raja dan permaisurinya lari ke gunung dan mendirikan kerajaan baru Yang diberi nama Watuparang yang kemudian terkenal dengan nama kerajaan Selaparang.
Kapan nama Lomboq berubah menjadi Lombok, dan nama Sak-Sak berubah menjadi Sasak tidak diketahui secara pasti. Yang jelas sekarang pulaunya terkenal dengan nama Pulau Lombok dan suku bangsanya terkenal dengan nama suku Sasak. Nama Selaparang Sudah diabadikan menjadi nama sebuah jalan protokol dan nama lapangan terbang di Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat.
Ayumie blog

Aku bukanlah penulis, aku hanya merangkai kata-kata yang ber-kerumun di kepalaku.

DAENNA HARIS

Dari Suasana ke Suasana

— h u r u f k e c i l

"Saya menulis karena sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus." — M Aan Mansyur

INFO COPASNET

Phonsel, Tips, Download Dan Informasi melalui internet

ASE ADVENTURE

You Never Know What The Mountain Will Teach You

SimplyGonzi @Ngerumpi.com

If you can't explain it "Simply", you don't understand "Gonzi" well enough.

Taman Faidah

TempAt MengarsipkAN Faidah

indri hapsari

To hope. To dream. To live.

BOM CERPEN

Ledakan Generasi Sastra Indonesia!

Karwilucuk

bukan apa-apa, sedikit cerita di dalam kepala

catalystro

when world is defined by some words

Kamera Kata

..mengkristal waktu bersamamu

Head Note

Inside Dee

a Sōzō of mine

Fiksi adalah fiksi, tak kurang, tak lebih...

..turtle's life...

Catatan yang Kutinggalkan

Support

WordPress.com Support

fatimaalkaff

black, white, and read

Qur'an dan Sunnah

Agama itu Nasehat

suksesitubebas.com - 200++ Artikel Sukses, Motivasi, Wisdom

inspirasi hidup sukses dan hidup bahagia

~Ra

cerita berlagu, lagu bercerita

katacamar

ungkapkan karena setiap kepak kata punya keindahan tersendiri

Cubiculum Notatum

Surga Kecil Menulis

Zadika Alexander's Place

The Place of My Works

Just "Dqueen"

welcome to my kingdom, sugar.

Segumpal Celoteh Kisah

taman bermain kata. bermain rangkai kata-kata menuju jalinan kisah

Andiana Moedasir ~ Serakan Ingatan di Batas Cakrawala

coretan ringan tentang perasaan dan pikiran

A Tree

Just write down our journey... and see what we'll find ; spilled pearls of wisdom...

FITRIA KURNIAWAN (ABU FAHD)

Agen Herbal, Adventure, Dakwah, Kisah, dll

Writer Circle

Portal Menulis - One Stop Story

Kilat Picisan

kisah-kisah kilat, pendek, singkat, dengan tema-tema picisan. diupdate sebulan sekali

Coretan Kecil Nita

tentang aku, kamu, kita, dan "apa" di dalamnya

Dunia Sukab

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

Kertas Warna

Mari Bermain-main dengan Kata

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Koran Tempo-Media Indonesia

Ordinary Miracle

Karena kematian adalah keajaiban yang sederhana~

jejak cinta Qousa

.... jejakku, cintaku ....

Sebuah tanda tanpa makna

Berharap bisa menjadi titik dan koma dalam sebuah kalimat, mungkin tak hanya itu, tapi semua tanda baca yang bisa mengartikan kata.

Melihat dengan Hati

it's all about heart

AnneAnne

The journey is life it self

kirakiragitu

iseng saja, bolehkan?

Agus Noor_files

Dunia Para Penyihir Bahasa